Saling Mendoakan
Sore tadi seorang kerabat, teman, sahabat, kawan, kakak, guru, menanyakan kabar saya, kabar istri, dan kabar penelitian lewat Yahoo Messenger.
“Gimana riset?” Lalu saya bilang, “alhamdulillah, ada kemajuan dikit-dikit. Yah, disyukuri walaupun majunya sedikit-sedikit (sambil ngelus dada).”
“Iya. Sama-sama mendoakan ya,” beliau bilang. “Lagi dalam tahap paling deg-deg-an nih.”
Semacam teringatkan dan ‘terketuk’. Jangan cuma berdoa untuk diri sendiri saja, ya mbok orang lain juga turut didoakan. Habis shalat paling banter berdoa cuma untuk kelancaran riset, istri, orang tua dan keluarga. Selalu khilaf memang. Kita terlalu berkutat dengan aktivitas dan kesibukan pribadi. Terlalu mengkhawatirkan hari-hari ke depan diri sendiri, tanpa ngeh kalau orang-orang di sekitar kita mungkin punya problem yang sama, kekhawatiran yang sama.
Doakan orang lain dan berharap semoga segera mendapatkan dan atau diberikan solusi oleh YANG MAHA MEMBERI atas apapun masalah yang mereka alami.


he… bener juga om.. emang kadang kta terlalu sibuk dan khawatir dengan kehidupan kita sendiri.. >.<